Banyak dari kita yang sering mendengar hard disk jenis SATA atau PATA/ATA. Sebenarnya apa perbedaan dari teknologi SATA dan PATA?

Sebelumnya kita fahami dulu pengertian dari PATA dan SATA, keduanya berdasar dari kata ATA (Advanced Technology Attachment), sebuah standar yang digunakan untuk menghubungkan hard disk, CD-ROM, DVD-ROM pada komputer. PATA digunakan untuk menyebutkan Pararel ATA dan SATA untuk Serial ATA :

PATA (Pararel ATA)

Pada awalnya harddisk PATA disebut hanya dengan ATA, namun setelah munculnya SATA ditambahkan kata Pararel didepannya untuk membedakan antara teknologi PATA dan SATA. Disebut dengan Pararel ATA karena pemasangannya dilakukan secara pararel dengan device / IDE lainnya.

PATA tidak memiliki kemampuan Hot Swappable, kabel data yang dibutuhkan mencapai 40 kabel yang membuatnya dinilai tidak praktis, serta memiliki panjang kabel interface maksimal 18 inci (46 cm), namun banyak juga produk yang tersedia di pasaran yang memiliki panjang hingga 36 inchi (91 cm).

Kabelnya sendiri menggunakan ribbon-cable yang lebar. keterbatasan ini menjadikan PATA hanya sebagai interface internal storage. Interface ini juga mengalami perkembangan yang lambat mulai dari tahun 1994. UDMA 6 (133) atau Ultra DMA 133 adalah terobosan terakhir yang dikeluarkan pada tahun 2005 dan mulai saat itu boleh dibilang perkembangan harddisk PATA berhenti.

SATA (Serial ATA)

SATA merupakan pengembangan dari PATA, pertama kali dirilis tahun 2002. SATA didefinisikan sebagai teknologi yang didesain untuk menggantikan ATA secara total. Dimana satu device dipasang pada satu port SATA, sehingga pemasangan kabel lebih rapi dan lebih kecil dibanding kabel PATA.

Penggunaan NCQ (Native Command Queuing) yang digunakan pada harddisk SCSI, akibatnya kinerja mekanis juga lebih efisien dan menjaga umur harddisk menjadi lebih lama (awet) dan akses data jauh lebih cepat dibanding dengan PATA. SATA menggunakan encoding 8/10 byte, dengan tingkat efisiensi pada 80%.

Dengan teknologi NCQ, SATA dimungkinkan menjadi interface eksternal (eSATA) dan tanpa meninggalkan fasilitas hot plug untuk menjadikan harddisk sebagai removeable storage.

Beberapa fitur SATA adalah:

    SATA menggunakan line 4 sinyal yang memungkinkan kabel yang lebih ringkas dan murah dibandingkan dengan PATA.
    SATA mengakomodasi fitur baru seperti hot-swapping dan native command queuing.
    Drive SATA bisa ditancapkan ke kontroler Serial Attached SCSI (SAS) sehingga bisa berkomunikasi dengan kabel fisik yang sama seperti disk asli SAS, namun disk SAS tidak bisa ditancapkan ke kontroler SATA.

SCSI (Small Computer System Interface)
SCSI dibaca skasi, awalnya bernama SASI ( Shugart Associate System Interface ).

SCSI banyak digunakan untuk koneksi dalam Server dan juga banyak digunakan oleh perangkat Apple. SCSI mempunyai berbagai macam versi yaitu SCSI, Ultra-2 SCSI dan Ultra-3 SCSI.

SCSI-1 memiliki 2 macam kecepatan yang bekerja secara asinkron, yaitu 3.5 MB/detik atau 5MB/detik. Panjang kabel ini mencapai 6 meter.

Pada tahun 1989 SCSI versi 2 diluncurkan, pada versi ini terdapat 2 varian yaitu Fast SCSI yang memiliki kecepatan 10MBps dan Wide SCSI yang memiliki kecepatan 20 MBps.

Dilanjut dengan kehadiran SCSI versi 3 yang memiliki 2 varian pula, yaitu Ultra SCSI dan Ultra Wide SCSI.

Dan pada tahun 1997 Ultra-2 SCSI diluncurkan dan mempunyai 2 varian pula, yaitu Ultra2 SCSI yang memiliki kecepatan 40MBps dan Ultra2 Wide SCSI yang memiliki kecepatan 80Mbps. Keduanya menggunakan kabel mencapai 12 meter. Lalu pada versi Ultra-3 SCSI mempunyai kecepatan 160Mbps.

Hard disk SCSI lebih banyak digunakan untuk server atau sistem yang memerlukan hard disk yang sangat cepat, misalnya untuk keperluan multimedia. Karena harganya cukup mahal, maka interface ini jarang digunakan untuk keperluan personal.




Nama        : Agus Supriyanto
NIM            : 222157000
Fakultas    : Komputer
Nama Kampus    : Univ M.H. Thamrin
Floppy Disk Drive merupakan sebuah perangkat penyimpanan komputer portable yang jaya pada era tahun 1990-an. Sempat populer karena dapat mengangkut file dari komputer ke komputer lain. Seiring perkembangan zaman Floppy Disk telah bergeser dan berkembang pesat ke teknologi yang lebih maju.

Floppy Disk Drive (FDD) atau Disket adalah perangkat penyimpanan data yang terdiri dari sebuah medium penyimpanan magnetis bulat yang tipis dan lentur, dilapisi lapisan persegi yang berbentuk persegi atau persegi panjang. Sekarang sudah banyak bermunculan media penyimpanan yang lebih maju dari floppy disk, seperti : CD-R, CD-RW, Flash Disk, dan Zip drive. Walaupun sudah banyak media penyimpanan yang lain, floppy disk masih tetap bertahan.

Sistem floppy disk drive memiliki dua elemen terpisah yakni floppy diskete dan disk drive. Data disimpan dalam disket yang mudah dibawa. Untuk membaca/menulis data, disket harus dimasukkan ke disk drive.

Fungsi Floppy Disk Drive (FDD)

Sebagai alat pembaca dan penulis data kedalam disket. Selain Floppy, ada peralatan lain yang fungsinya sama yaitu ZIP Drive. Perbedaannya terletak pada kapasitas yang ditampung Zip Drive, yaitu 100 MB.
Sejarah Floppy Disk Drive (FDD)

Floppy Disk pertama di ciptakan oleh IBM pada tahhun 1967 dan berukuran 8 inch. Kemudian di kembangkan menjadi 5.25 inch. karena sifat kemasan yang fleksibel maka di beri nama disket. Tidak sampai pertengahan era tahun 1980-an Floppy Disk berkembang lagi menjadi 3.5 inch yang kemudian mengontrol pasar sepanjang era 90-an.

Pada tahun 1971 IBM memperkenalkan ” memory disk ” pertama, yang kemudian terkenal dengan floppy disk atau disket. floppy pertama merupakan disk plastik yang di lapisi besi magnetik oksida; data di tulis dan di baca dari permukaan disk. Nama “floppy” di ambil karena sifatnya yang fleksibel.
Jenis-Jenis Floppy Disk Drive (FDD)

Size Floppy Disk



Floppy Disk Drive

Kabel Data Floppy Disk
Kabel Power Floppy Disk





Disket





Nama        : Agus Supriyanto
NIM            : 222157000
Fakultas    : Komputer
Nama Kampus    : Univ M.H. Thamrin
ZAMAN sekarang siapa sih yang enggak tahu flashidsk? Itu loh, media penyimpanan data secara digital yang sudah sangat banyak digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat. Flashdisk seakan menjadi benda penolong bagi ribuan orang yang membutuhkan media penyimpanan yang kapasitasnya besar tapi dengan ukuran yang kecil, sehingga bisa dibawa kemana-mana. Tapi masihkah Sobat Djadoel ingat, jauh sebelum flashdisk pernah hadir media penyimpanan yang namanya floppy disk atau orang lebih mengenalnya dengan sebutan disket?

Floppy disk atau Disket adalah media penyimpanan digital yang pernah populer pada pertengahan tahun 90-an dan awal 2000-an. Saat itu, hampir semua komputer menggunakan peralatan yang berkapasitas 1,44 MB ini.

Disket merupakan sebuah perangkat penyimpanan data yang terdiri dari sebuah medium penyimpanan magnetis bulat yang tipis dan lentur yang dilapisi lapisan plastik berbentuk persegi atau persegi panjang. Cara kerja dari disket hampir sama dengan Hard Disk di mana plat bundar yang berisi data dalam disket akan diputar oleh motor dalam floopy disk drive. Sehingga floppy disk drive akan mampu membaca atau menulis data pada disket itu.

Data atau program yang tersimpan di dalam disket sendiri berbentuk titik-titik magnetik, sesuai pola on/off standar pada representatif data. Sedangkan bagian pembungkus plastik pada disket berguna untuk melindungi disket dari sentuhan tangan manusia. Karena sebelum adanya pembungkus plastik, disket yang berukuran besar hanya dibungkus dengan kertas sehingga tampak rapuh dan mudah rusak. Dulu disket hanya mampu menyimpan data sebesar 1,44 MB atau setara dengan tulisan sebanyak 400 halaman. Setelah itu muncul disket yang berlabel 2HD, disket jenis ini mampu menyimpan data pada kedua sisi disket, sehingga kapasitasnya bisa lebih besar.

Sejarah disket sendiri dimulai dari tahun 1971, di mana pada tahun tersebut untuk pertama kalinya disket diperkenalkan ke dunia oleh perusahaan komputer asal Amerika yakni International Business Machines Corporation (IBM). Saat itu, IBM memperkenalkan disket dengan ukuran 8 inci. Tapi sebenarnya disket sendiri telah dikembangkan oleh IBM sejak tahun 1967 dibawah pimpinan Alan Shugart. Pada saat peluncuran pertamanya disket ini bernama Memory Disk dan hanya berkapasitas sebesar 79,7 kb.

Berselang enam tahun setelah diluncurkannya, media penyimpanan ini berubah nama menjadi floppy disk. Floppy disk ini mempunyai kapasitas penyimpanan data yang lebih besar, yaitu 160 kb. Dengan ukuran fisik yang lebih kecil, yaitu sekitar 5¼ inci, floppy disk menjadi alat penyimpanan yang banyak digunakan pada saat itu. Tak sampai disitu, sekitar tahun 1984, IBM memperkenalkan floppy disk dengan bentuk fisik yang lebih kecil, yakni berukuran 3½ inci, dengan kemampuan menyimpan data hingga 720 kb. Tak lama setelah itu, kapasitasnya pun bertambah menjadi 1,44 mb. Sejak saat itulah disket mulai diproduksi secara besar-besaran. Mungkin bagi anak-anak yang lahir sekita tahun 80an sampai 90an awal tak akan asing dengan merek disket Verbatim, Maxell dan Sony. Karena itulah produsen-produsen disket yang tergolong besar pada saat itu.

Tak heran jika sampai akhir tahun 90an, disket ini menjadi media penyimpanan yang sangat praktis dan banyak digunakan oleh orang-orang. Sampai akhirnya keberadaan disket sebagai media penyimpanan digital mulai tersisih seiring kemunculan berbagai media penyimpanan yang baru seperti CD, DVD, memory card dan Flash Disk. Dengan ukuran yang lebih kecil dan kapasitas yang besar ditambah dengan harga yang semakin murah, tak heran jika orang-orang mulai beralih dari disket ke CD sampai Flash Disk.

Karena permintaan pasar yang semakin menurun, salah satu perusahaan besar yang memproduksi disket yakni Sony, pada tahun 2011 lalu mengumumkan tidak akan memproduksi disket lagi. Bisa jadi ini pertanda punahnya disket, tapi sekarang ini masih ada beberapa orang yang masih menggunakan disket atau bahkan mengoleksinya. Dan ternyata masih ada beberapa perusahaan yang masih memproduksi disket loh.

Zaman memang terus berubah dan banyak hal yang terus berkembang, termasuk media penyimpanan digital yang dulunya hanya berkapasitas 1,44 kb sekarang sudah ada yang berkapasitas 32 gb, bahkan sudah ada yang berkapasitas 1 terabyte. Kita sebagai user alias pengguna teknologi harus tetap mengikuti perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi untuk mempermudah pekerjaan kita. Tapi kita juga harus tahu akan sejarahnya, supaya kita bisa lebih menghargai hasil dari perkembangan teknologi yang ada saat ini.

Nama        : Agus Supriyanto
NIM            : 222157000
Fakultas    : Komputer
Nama Kampus    : Univ M.H. Thamrin

Keyboard adalah Alat input yang digunakan untuk mengetik informasi ke dalam komputer dan menjalankan berbagai intruksi atau perintah ke dalam komputer. Penciptaan keyboard komputer diilhami oleh penciptaan mesin ketik yang dasar rancangannya dibuat oleh Christopher Latham tahun 1868 dan banyak dipasarkan pada tahun 1877 oleh Perusahaan Remington. Jumlah seluruh tombol pada keyboard ada 104 tombol.Keyboard mempunyai kesamaan bentuk dan fungsi dengan mesin ketik.


Keyboard komputer pertama disesuaikan dari kartu pelubang (punch card) dan teknologi pengiriman tulisan jarak jauh (Teletype). Tahun 1946 komputer ENIAC menggunakan pembaca kartu pembuat lubang (punched card reader) sebagai alat input dan output.


Bila mendengar kata “keyboard” maka pikiran kita tidak lepas dari adanya sebuah komputer, karena keyboard merupakan sebuah papan yang terdiri dari tombol-tombol untuk mengetikkan kalimat dan simbol-simbol khusus lainnya pada komputer. Keyboard dalam bahasa Indonesia artinya papan tombol jari atau papan tombol.


Pada keyboard terdapat tombol-tombol huruf A – Z, a – z, angka 0 - 9, tombol dan karakter khusus seperti : ` ~ @ # $ % ^ & * ( ) _ - + = < > / , . ? : ; “ ‘ \ | serta tombol-tombol khusus lainnya yang jumlah seluruhnya adalah 104 tombol. Sedangkan pada Mesin ketik jumlah tombolnya adalah 52 tombol. Bentukkeyboard umumnya persegi panjang, tetapi saat ini model keyboard sangat variatif. Keyboard yang paling terkenal adalah keyboard QWERTY yang memiliki 101 buah key (tombol). Kebanyakan keyboard memiliki key yang disusun ke dalam bagian sebagai berikut :


A. Alphanumeric Key

B. Numerik Keypad

C. Function Key

D. Modifier Key

E. Cursor Movement Key.




Secara fisik, keyboard terbagi atas 4 jenis, yaitu:




1. Keyboard Serial

Menggunakan DIN 5 male dan biasanya digunakan pada komputer tipe AT.




2. Keyboard PS/2

Biasanya digunakan pada komputer ATX dan saat ini yang paling banyak dipergunakan. Pemasangan keyboard tipe ini harus dilaksanakan dengan cermat, sebab port yang dimiliki sama dengan port untuk mouse.




3. Keyboard Wireless

Sesuai dengan namanya, keyboard tipe ini tidak menggunakan kabel sebagai penghubung antara keyboard dengan komputer. Jenis koneksi yang digunakan adalah infra red, wifi atau bluetooth. Untuk menghubungkan keyboard dengan komputer, dibutuhkan unit pemancar dan penerima. Unit pemancar biasanya terdapat pada keyboard itu sendiri, sedangkan penerima biasanya dipasang pada port USB atau serial pada CPU.




4. Keyboard USB

Komputer terbaru saat ini sudah banyak yang mempergunakan jenis konektorUSB yang menjamin transfer data lebih cepat.








Secara bentuk&tombol, keyboard terbagi atas 7 jenis, yaitu:




1. Keyboard QWERTY










Tata letak keyboard QWERTY ini ditemukan oleh Scholes, Glidden dan Soule pada tahun 1878, dan kemudian menjadi standar mesin tik komersial pada tahun 1905. QWERTY diambil dari6 huruf berurutan pada baris kedua dari tombol alfanumerik tersebut. Keyboard QWERTY didesain sedemikian rupa sehingga key yang paling sering ditekan terpisah letaknya sejauh mungkin, sehingga bisa meminimalkan kemacetan pada saat mengetik (pada mesin ketik mekanik). Meskipun tata letak QWERTY sangat luas pemakaiannya, tetapi memiliki beberapa kelemahan dan ketidakefisienan. Misalnya, 48 persen dari gerakan diantara huruf yang berurutan harus dilakukan dengan sebuah tangan. Hanya 32 persen ketukan yang dilakukan pada home row (baris awal dari posisi jari pada keyboard). Beban tangan kiri lebih besar dari tangan kanan (56 persen). Contoh paling nyata dari ketidakefisienan tata letak QWERTY adalah pengetikan huruf ‘a’ yang cukup sering dipakai, tetapi harus dilakukan oleh jari kelingking yang paling lemah.



2.Keyboard DVORAK





Keyboard DVORAK (1932), dimana susunan hurufnya disusun sedemikian rupa sehingga tangan kanan dibebani lebih banyak pekerjaan dibanding dengan tangan kiri. Selain itu, tata letak Dvorak dirancang agar 70 persen dari ketukan jatuh pada home row, sehingga bisa mengurangi kelelahan karena pengetikan (lebih ergonomik). Sejumlah percobaan menunjukkan bahwa tata letak Dvorak lebih efisien 10-15 persen dibanding dengan tata letak QWERTY .



3.Keyboard KLOCKENBERG











Keyboard ini dibuat dengan maksud menyempurnakan jenis keyboard yang sudah ada, yaitu dengan memisahkan kedua bagian keyboard (bagian kiri dan kanan). Bagian kiri dan kanan keyboard dipisahkan dengan sudut 15 derajat dan dibuat miring ke bawah. Selain itu, keyboard KLOCKENBERG mempunyai tombol-tombol yang dibuat lebih dekat (tipis) dengan meja kerja sehingga terasa lebih nyaman. Tata letak ini, selain mengurangi beban otot pada jari jemari dan pergelangan tangan juga dirancang untuk mengurangi beban otot pada tangan dan bahu. Terpisahnya bagian kiri dan kanannya menjadikannya relatif lebih banyak memakan ruang.



4. Keyboard Maltron




Tak seperti keyboard pada umumnya yang datar, keyboard ini dibuat agak cekung ke dalam. Dengan pertimbangan bahwa pada saat jari-jari diposisikan akan mengetik, maka jari-jari itu dijamin tidak akan membentuk satu garis lurus. Produsen Maltron berkeyakinan bahwa pada dasarnya, hanya digunakan 8 jari dari sepuluh jari yang tersedia ketika manusia mengetik dengan keyboard biasa.Dengan mengetik di keyboard biasa, maka jari tangan harus beradaptasi dengan bentuk keyboard. Hal ini diklaim oleh mereka dapat menyebabkan RSI (Repetitive Stress Injuries). Sementara, dengan menggunakan Maltron, keyboardnyalah yang akan menyesuaikan dengan tangan. Dengan bentuk yang unik seperti ini, Maltron menjamin kenyamanan jari tangan di saat mengetik sehingga tidak menyebabkan RSI bahkan bisa jadi akan meningkatkan kecepatan mengetik sebab yang digunakan adalah 10 jari bukannya 8 jari.


5. Keyboard Chord.


Hanya mempunyai beberapa tombol antara 4 sampai 5. Untuk memasukkan suatu huruf harus menekan beberapa tombol secara bersamaan. Ukurannya kompak, sangat cocok untuk aplikasi yang portabel. Waktu pelatihan singkat, penekanan tombo-tombol mencerminkan bentuk huruf yang diinginkan Kecepatannya tinggi namun kurang populer, karena pada pemakaian yang lama akan menyebabkan kelelahan pada tangan. Berikut ini jenis-jenis keyboard chord:

Keyboard Palantype


Tata letak palantype mempunyai 3 kelompok karakter. Kelompok pada bagian kiri menunjukkan konsonan awal sebuuah kata, bagian tengah menunjukkan kelompok vokal dan bagian kanan menunjukkan kelompok konsonan terakhir dari sebuah kata atau suku kata.Pada gambar terlihat bahwa tidak seluruh konsonan ada disana, konsonan tsb dapat disajikan dengan menggunakan kombinasi beberapa tombol yang ada

Keyboard Stenotype



Steno adalah jenis tulisan singkat yang sering digunakan untuk mencatat ucapan seorang. Jenis tulisan ini paling banyak digunakan oleh para wartawan untuk mencatat hasil wawancaranya dengan lebih cepat. Papan ketik Stenotype mempunyai keunggulan yang hampir sama dengan papan ketik Palantype.


6. Keyboard Alphabetik






Tombol-tombol yang ada pada keyboard alphabetik disusun persis seperti pada tata letak QWERTY maupun Dvorak, tetapi susunan hurufnya berurutan seperti pada urutan alphabet. Keyboard alphabetik juga tidak dapat menyaingi popularitas tata letak QWERTY, tetapi biasanya banyak ditemui pada mainan anak-anak, sehingga anak-anak diajar mengenal huruf alphabet. Bagi pengguna yang bukan tukang ketik, barangkali tata letak ini cukup membantu. Tetapi, dari hasil pengujian, penggunaan tata letak seperti ini justru memperlambat kecepatan pengetikan.



7. Keyboard Numeric




Untuk memasukkan bilangan dalam jumlah yang besar, orang lebih suka menggunakan tombol numerik (numeric keypad) yang tata letak tombol-tombolnya dapat dijangkau dengan tangan.


Nama        : Agus Supriyanto
NIM            : 222157000
Fakultas    : Komputer
Nama Kampus    : Univ M.H. Thamrin

Mouse merupakan salah satu perlengkapan komputer meskipun apabila tidak ada juga komputer masih bisa beroperasi, akan tetapi dengan menggunakan mouse maka kerja kita akan menjadi lebih cepat dan menghemat waktu, lebih cepat dan efisien. Maka tidak ada salahnya jika kita sedikit melihat sejarah perkembangan mouse itu sendiri.
















Douglas Engelbart


Mouse pertama kali ditemukan oleh Douglas Engelbart dari stanford Research Insitute pada tahun 1963. Mouse adalah suatu alat yang terdiri dari beberapa alat penunjuk ( pointing device ) yang dikembangkan untuk oN Line System (NLS) milik Engelbard. Selain mouse yang awalnya disebut "bug", juga dikembangkan beberapa alat deteksi gerakan tubuh lainnya yang diletakkan di kepala dan dagu. Karena kenyamanan dalam pengunaannya, mouse dipilih dan dikembangkan. Mouse pertama yang diciptakan berukuran besar, dan menggunakan dua buah roda yang saling tegak lurus utnuk mendeteksi gerakan ke sumbu X dan sumbu Y. Engelbart kemudian mematenkan nya pada 17 November 1970, dengan nama penunjuk posisi X-Y untuk sistem tampilan grafis (X-Y position Indicator For A Display System).
Pada waktu itu, sebetulnya Engelbart beraksud pengguna mouse dengan satu tangan secara terus menerus, sementara tangan yang lainnya mengperasikan alat seperti keyboard dengan lima tombol.



Bill English 





inilah yang melahirkan mouse tipe trackball



Perkembangan selanjutnya dilaku;kan oleh Bill English di Xerox PARC pada awal tahun 1970, yang menggunakan bola berputar kesegala arah, putaran tersebut dideteksi oleh roda-roda sensor didalam mouse tersebut. Pengembangan inilah yang melahirkan mouse tipe trackball, yaitu mouse terbalik dimana pengguna menggerakkan bola dengan jari.

Pada tahun 1980 - 1990 Xerox mempopulerkan penggunaan keyboard QWERTY dengan dua tangan dan menggunakan mouse pada saat dibutukan saja. Mouse sekarang ini mengikuti desain Ecole Polytechnique federale de lausanne (EPFL) yang diinspirasikan oleh profesor Jean-Daniel Nicoud. Jenis yang paling akhir adalah mouse optic dan yang paling mudah dalam perawatannya serta penggunaannya. Mouse jenis ini tidak erlu dibersihkan pada bagian bolanya karena banyak nya debu yang menempel.
Mouse optikal pertamakali dibuat oleh Steve Kirsch dari Mouse Systems Corporation. Mouse jenis ini menggunakan LED (Light emitting diode) dan photo dioda untuk mendeteksi gerakan mouse. Mouse optikal petamakali hanya dapat digunakan pada alas (mousepad) khusus yang berwarna metalik bergaris biru - abu-abu. Seiring perkembangan jaman mouse sekarang ini dapat digunakan disemua permukaan yang padat dan rata, kecuali permukaan yang memantulkan cahaya.

Mouse saat ini bekerja dengan menggunakan sensor optik yang menggunakan LED sebagai sumber penerangan untuk mengambil beribu-ribu frame gambar selama mouse bergerak. Dan jenis mutakhir dari mouse adalah yang berteknologi laser, pertamakali diperkenalkan oleh logitech, perusahaan mouse terkemuka yang bekerja sama dengan Agilent Technologies pada tahun 2004, dengan nama logitech MX 1000. Logitech mengklaim bahwa mouse laser memiliki tingakt akurasi yang 20 kali lebih besar dari mouse optikal. Meskipun dasar kerja dari mouse optikal dengan mouse laser sama hanya berbeda pada laser pengganti LED. Meskipun begitu jenis mouse ini belum banyak dipergunakan diperkirakan harganya yang masih mahal.
Dari sekian banyaknya perkembangan dari awal sampai yang terakhir yang tidak berubah dari mouse adalah jumlah tombolnya. Semua mouse memiliki tombol satu sampai tiga buah. Mouse pertama memiliki satu tombol. Kebanyakan mouse saat ini, yang didesain oleh microsoft Windows, memiliki dua tombol. Beberapa mouse modernjuga memiliki sebuah wheel untuk memudahkan scrolling. Sementara Ael memperkenalkan mouse satu tombol, yang tidak berubah hingga kini. Mouse modern juga sudah banyak yang tanpa kabel, dengan menggunakan teknologi wireless seperti infra red, gelombang radio ataupun bluetooth. Mouse wireless yang populer saat ini menggunakan gelombang radio dan ataupun bluetooth. Sedangkan mouse yang menggunakan infrared kurang begitu populer karena jarak jangkaunya yang terbatas, selain itu juga kurang begitu praktis karena antara mouse dengan penerimanya tidak boleh ada penghalang.

Kita tau bukan barang asing bagi kita untuk tau sebuah mouse, tiap hari kita pegang kita goyang, yup benar sekali mouse komputer. Anda tau tidak perubahan teknologi mouse dari jaman jadul dahulu kala ampe sekarang jaman modern? Tidak banyak yang tau tentunya mouse jaman dulu tuh kaya apa seh? segede apa seh? tentunya mouse jaman dulu segede gaban kali ya? hehe.. coba liat artikel berikut ini perjalanan mouse dari masa ke masa.
1952
Royal Canadian Navy memperkenalkan sebuah sistem penunjuk menggunakan trackball. Dapat anda liat pada gambar sistem penunjuk tersebut memakai bola yang merupakan cikal bakal mouse modern

1968
Douglas Engelbart membuat mouse pertama yang terbuat dari kotak kayu dan 2 roda besi. Diperkenalkan pertamakali di sebuah konferensi di San Francisco. Hehe.. bentuk mouse yang aneh

1972
Bill English memperkenalkan sebuah sistem baru penunjuk menggunakan sebuah “ball mouse”. Diliat dari gambarnya ini merupakan awal mouse modern kali ya.. padahal masih tahun 72

1981
Richard Lyon dan Steve Kirsch membuat sebuah mouse yang menggunakan cahaya LED untuk megarahkan kursor.

1983
Microsoft membuat mouse pertama-nya dengan nama “Green Eyed”. Mouse optik pertama kali.

1991
Logitech membuat “MouseMan” dan ini adalah mouse nirkabel dengan menggunakan teknologi RF. Cikal bakal lahirnya mouse wireless.



1995
Mouse menggunakan terobosan baru yaitu scroll whell. Pada tahun ini Apple juga memperkenalkan multibutton “Mighty Mouse”.


2006
Logitech dan Gyration merilis desain dari “air mouse” (Gyroscopic).


2008
micr0soft memperkenalkan teknologi BlueTrack


Sekarang
Mouse dengan teknologi laser 3,5G – 5600 dpi (Gamers Only)
Razer Mamba Black – harga sekitar 1.2 Juta






Nama        : Agus Supriyanto
NIM            : 222157000
Fakultas    : Komputer
Nama Kampus    : Univ M.H. Thamrin